|
Trubus
Edisi: Senin,
04 September 2006 08:03:47
Lima abad lalu penduduk di sekitar Danau
Texcoco, Meksiko, memiliki kebiasaan menyantap camilan
biskuit setiap hari. Namun, bukan sembarang biskuit yang
dilahap. Biskuit yang disebut tecuitlatl itu dibuat dari
ganggang biru kehijauan yang diperoleh dari kedalaman
danau. Karena rajin memakan biskuit itu penduduk Danau
Texcoco jarang sakit.
Nun di Danau Chad, Afrika, penduduk Kanembu
pun sehat-sehat. Setelah diselidiki mereka diketahui sering
mengkonsumsi dihe. Penganan mirip kue kering itu dibuat
dari spirulina. Penduduk mengumpulkannya dengan kelambu
pada musim panas saat terjadi booming spirulina di danau.
Suku Aztec malah sudah sejak lama memanfaatkan spirulina
untuk memperbaiki gizi mereka, ujar Prof Dr Ir Ali Khomsan,
MS, guru besar Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga,
Institut Pertanian Bogor.
Menurut Ali, spirulina bisa memperbaiki
gizi karena ia mengandung 70% protein. Asam-asam amino
yang terkandung di dalamnya berperan memperbaiki sel-sel
rusak dan meningkatkan sistem imun tubuh. Karena itu sejak
lama spirulina sudah dimanfaatkan manusia, ujarnya.
Asam amino esensial
Protein dalam spirulina tersusun dari
asam amino esensial yang tidak dimiliki tubuh seperti
valin dan isoleosin. Padahal, asam amino itu berperan
mengganti protein yang rusak. Konsumsi spirulina 36 g
per hari sudah bisa mencukupi kebutuhan asam amino bagi
tubuh orang dewasa, ujar Prof Dr dr Alfred A Djajakusumah,
ahli biokimia kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung.
Bukti serupa diungkapkan Clare M. Hasler,
PhD dari Department of Food Science and Human Nutrition,
University of Illinois, di Amerika Serikat. Clare
menyebutkan susunan protein spirulina berguna memperkuat
struktur dan fungsi sel-sel makhluk hidup. Itu karena
spirulina mengandung zat proteinogenik yang berfungsi
sebagai sistem pengatur metabolisme tubuh. Sedikitnya
setiap 10 g spirulina yang dikonsumsi memberikan kontribusi
protein setara 5,5-7 g bagi tubuh, ujar Ali Khomsan.
Berdasarkan hasil uji coba J.E Pinero
Estrada dari Departemen Farmakologi, Universitas Madrid
di Spanyol, spirulina diketahui kaya antioksidan karena
kandungan beberapa pigmen pembentuk protein seperti phykosianin,
zeasantin, dan klorofi l. Phykosianin merupakan antioksidan
pelindung hati dan ginjal. Zeasantin melindungi mata terutama
saat berusia lanjut. Klorofi l bersifat antikanker dan
antiracun.
Antioksidan
Ganggang biru kehijauan itu juga memiliki
vitamin dan mineral yang lengkap. Spirulina termasuk satu-satunya
tumbuhan yang mengandung vitamin B kompleks terlengkap:
B1, B2, B3, B6, dan B12. Setiap 10 g spirulina mengandung
vitamin B1 (thiamin) 0,31 mg, B2 (riboflavin) 0,35 mg,
B3 (niacin) 1,46 mg, B6 (pyridoxine) 80 mcg, dan B12 (cobalamine)
32 mcg.
Peran vitamin B sangat penting. Misal
vitamin B12, membantu pembentukan sel darah merah, sumsum
tulang, dan memperbaiki sistem saraf. Vitamin B12 juga
dapat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke. Vitamin
B12 merupakan koenzim yang penting untuk sintesis DNA
dalam mengontrol pembentukan sel-sel baru, ujar doktor
ilmu home economics education dari Iowa State University
di Amerika Serikat itu.
Vitamin A dan betakaroten yang demikian
tinggi di dalam spirulina-23.000 IU per 10 g-memiliki
fungsi sebagai antioksidan. Kandungan betakaroten dalam
spirulina mencapai 10 kali lipat lebih banyak daripada
lobak dan wortel, ujar Ali Khomsan. Mereka dapat mencegah
kanker, menjaga kesehatan sel-sel tubuh, dan memperbaiki
fungsi mata. Peran lain sebagai tembok penghalang berkembangnya
tumor ganas dan perubahan kromosom.
Menurut Ali Khomsan, vitamin A, D, B12,
betakaroten, dan mineral yang dimiliki spirulina mempunyai
peranan penting dalam pembentukan tulang. Vitamin D bersama
kalsium dapat memperkuat tulang dan gigi. Hasil penelitian
Carlos Jime'nez dari Department of Ecology, University
of Malaga di Spanyol Menunjukkan kalsium selain mengeraskan
tulang, juga berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
C. Wayne Weart dari Department of Pharmacy,
University of South Carolina di Amerika Serikat mengungkap
mineral lain yang terkandung dalam spirulina seperti magnesium,
zink, selenium, dan zat besi memiliki peran tak kalah
penting. Zink misalnya membantu memastikan fungsi-fungsi
enzim di tubuh berjalan sempurna. Yang lain seperti selenium
mampu mencegah gondok. Zat besi pada spirulina 58 kali
lebih banyak daripada bayam dan 18 kali lebih tinggi dari
daging, ujar Ali Khomsan. Zat besi itu selain ikut membantu
pembentukan darah juga menguatkan sistem imun.
Karena kandungan yang luar biasa itu, spirulina dijadikan
suplemen kesehatan. Ia disebut-sebut sebagai makanan abad
21. Paling tidak 12 penghargaan dari badan-badan pangan
dan kesehatan dunia disematkan kepada yang namanya spirulina.
Pantas saja berjuta-juta pil spirulina telah diproduksi
untuk membantu masyarakat yang malnutrisi dan untuk mengatasi
berbagai penyakit. (Hermansyah)
| Protein spirulina
dibandingkan komoditas lain |
| Nutrisi |
Kandungan (%DV) |
| Vitamin A |
460 |
| Betakaroten |
460 |
| Vitamin B-12 |
330 |
| Vitamin D |
300 |
| Zat besi |
80 |
| Selenium |
14 |
| Magnesium |
10 |
| Seng |
2 |
| Nutrisi
spirulina dalam persentase
angka kecukupan konsumsi per 10 g |
| Makanan |
Kandungan protein (%) |
| Spirulina |
60-70 |
| Kacang kedelai |
30-35 |
| Daging lembu |
18-22 |
| Ikan |
16-20 |
| Telur |
12-16 |
| Tahu |
8 |
| Susu |
3 |
GABUNG
USAHA SANTAI......TAPI MENGHASILKAN UANG ....GAK
PERCAYA ..
KLIK
DISINI |
|