|
Trubus
Edisi: Minggu, 02 Juli
2006 17:12:52
Teripang/
Gamat Tuntaskan Jantung Koroner
Karena
rasa nyeri dan panas di dada tak juga sirna, Mulyanto
memanggil salah seorang rekan yang tinggal di dekat rumahnya.
Oleh rekannya, Mulyanto dipijat-pijat. Ah ini sih masuk
angin, katanya. Usai dipijat, rasa panas di dada tak juga
minggat. Derita itu menjalar ke leher. Rasanya seperti
tercekik, kenang Mulyanto.
Khawatir
memburuk, akhirnya Mulyanto diantar sang istri ke Puskesmas
terdekat. Setelah diperiksa, dokter jaga menyarankan Mulyanto
untuk diperiksa dengan ekokardiogram (EKG) di Rumahsakit
Hasan Sadikin, Bandung. Meski menjelang pagi, ayah 2 anak
itu tak hirau. Ia langsung diboyong ke rumahsakit oleh
sang istri tercinta.
Setibanya
di ruang gawat darurat, Mulyanto langsung mendapat perawatan
dokter. Dalam hitungan menit, ekokardiogram sudah terpasang
di sekujur tubuh. Mulyanto juga diperiksa darah dan urine.
Setelah rangkaian tes usai, hasil diagnosis dokter spesialis
jantung menyimpulkan bahwa Mulyanto terkena serangan jantung
koroner.
Menurut
dokter, serangan jantung yang diderita Mulyanto disebabkan
penyumbatan pembuluh darah jantung. Selain itu, tekanan
darah tinggi yang mencapai 140/110 mmHg turut memicu serangan.
Sebelumnya saya mengidap tekanan darah rendah, katanya.
Kadar trigliserida 200 mg/dl, kian memperparah kondisi
Mulyanto. Kondisi normal, 150 mg/dl. Akibatnya, ia harus
menginap di rumahsakit selama 7 hari.
Pertama
kali
Petaka
itu terjadi pada medio 2005 silam. Itu adalah kali pertama
bagi Mulyanto. Saya heran, kok bisa terkena jantung koroner,
kata pria 41 tahun itu. Padahal, ia sangat gemar berolahraga.
Bahkan, 16 tahun silam, ia tercatat sebagai atlet bolabasket
di kampusnya. Dua tahun lalu, saya berhenti berolahraga
karena sibuk bekerja, katanya. Dokter menduga, rutinitas
berolahraga yang tiba-tiba berhenti, turut memicu serangan
jantung koroner.
Karena
kondisi Mulyanto mulai membaik, ia pun diizinkan pulang.
Oleh dokter, ia diberi obat penurun tekanan darah dan
aneka vitamin. Obat-obatan berupa kapsul itu dikonsumsi
3 kali sehari.
Meski
panas dan nyeri di dada mulai menghilang, gejala serangan
jantung koroner belum juga sirna. Jika berbicara terlalu
banyak, napas saya tersengal-sengal, katanya. Sebulan
kemudian, saat obat dokter habis, Mulyanto ditawari suplemen
yang mengandung omega 3 dari salah seorang rekan. Pada
waktu bersamaan, sang istri pun menawarkan jeli teripang.
Namun, ketika itu bukan untuk mengobati Mulyanto, tetapi
untuk mengobati ambeien dan maag akut yang diderita istri.
Setelah
melihat kondisi ambeien dan maag akut sang istri mulai
membaik, Mulyanto pun tertarik untuk mencobanya. Karena
berhasrat sembuh, Mulyanto menyantap kedua suplemen itu
bersamaan. Sebulan kemudian, omega 3 yang diberikan rekannya
itu tandas. Saat akan membeli ulang, suplemen itu menghilang
di pasaran. Akhirnya, Mulyanto pun hanya mengkonsumsi
jeli teripang. Jeli gamat-sebutan teripang di Malaysia-itu
rutin dikonsumsi 2 kali sehari masing-masing 1 sendok
makan.
Dua
bulan mengkonsumsi jeli teripang, kondisi tubuh Mulyanto
mulai membaik. Napas yang tadinya tersengal-sengal kini
terasa plong. Saya pun mulai aktif kembali berolahraga,
katanya. Setiap pagi, ia rutin berjalan kaki hingga ratusan
meter. Yang penting keluar keringat, katanya. Tekanan
darah pun kembali normal, 110/90 mmHg.
Karena
kondisi tubuh kembali pulih, Mulyanto pun mengurangi takaran
konsumsi jeli teripang. Setiap hari, ia hanya mengkonsumsi
1 sendok makan. Itu untuk berjaga-jaga, kata pegawai keuangan
di sebuah perusahaan swasta itu.
Rokok
Menurut
Prof Dr dr Budhi Setianto, SpJP(K), dari Rumah Sakit Jantung
Harapan Kita, penyakit jantung koroner berhubungan dengan
pembuluh darah koroner yang mengalirkan darah ke otot-otot
jantung. Orang berusia 10-20 tahun, mulai timbul guratan-guratan
lemak pada pembuluh. Semakin tua, tumpukan lemak bertambah,
kata guru besar Kardiologi Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia itu. Apalagi jika pada rentang usia itu disertai
tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, dan
merokok. Dampaknya, lapisan dalam pembuluh darah rusak.
Saya memang suka merokok, kata Mulyanto.
Gejala
yang dialami Mulyanto seperti nyeri dada dan sesak napas
karena kerja jantung memompa darah ke otak terganggu.
Akibatnya detak jantung terlalu lemah atau terlalu cepat.
Jika terlalu lemah, jantung gagal memompa darah ke otak
sehingga otak kekurangan oksigen dan akhirnya pusing.
Pada bagian tubuh lain, kekurangan oksigen dalam darah
menyebabkan bagian tubuh itu sakit.
Detak
jantung terlalu cepat lantaran sistem pada pusat denyut
terganggu sehingga tidak efektif memompa. Pusat denyut
jantung diibaratkan generator yang memiliki sistem listrik
sendiri. Gangguan sistem listrik menyebabkan detak jantung
menjadi cepat. Beberapa hal penyebab gangguan itu adalah
pembuluh darah yang kacau, ketuaan, atau pelebaran jantung
akibat katup menyempit oleh infeksi bakteri Streptococcus.
Penyakitnya biasa dinamakan penyakit jantung rematik.
Kaya
DHA
Keampuhan
teripang mengatasi penyakit jantung diduga lantaran kandungan
asam docosahexanat (DHA) pada teripang. Asupan DHA-asam
lemak utama pada sperma, otak, dan retina mata-tinggi
dapat menurunkan trigliserida darah penyebab penyakit
jantung. Itu telah dibuktikan Prof Zaiton Hassan, peneliti
dari Departemen Ilmu Pangan, Universitas Putra Malaysia,
Malaysia. Bersama M. A Kaswandi, dari Universitas Kebangsaan
Malaysia, ia meneliti kandungan asam lemak teripang Stichopus
chloronotus. Hasilnya: kandungan DHA teripang relatif
tinggi, yaitu 3,69%.
Yang
juga meneliti teripang adalah Prof Ridzwan Hashim, periset
dari Universitas Kebangsaan Malaysia. Pada 1995, ia meneliti
keampuhan teripang Holothuria atra, H. scabra, dan Bohadshia
argus, mematikan bakteri Streptococcus faecalis, penyebab
pembengkakan lapisan dalam jantung, dan S. Viridans, perusak
katup jantung. Ketiga anggota famili Holothuriidae itu
juga terdapat di Indonesia. (Baca: Khasiat di Balik Resep
Datuk, hal 22-23)
Setahun
sudah petaka yang dialami Mulyanto itu berlalu. Badan
saya kembali fit, katanya. Mulyanto mengakui hingga saat
ini belum memeriksakan kembali kondisi jantungnya ke rumahsakit.
Toh selama ini gejala serangan jantung koroner tak lagi
kambuh, kata pria kelahiran Maret 1965 itu. (Imam Wiguna/Peliput:
Vina Fitriani)
DISKON
MENARIK & GRATIS ONGKOS KIRIM JIKA ANDA ORDER
HARI INI |
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ANDA RAGU PESANAN TIDAK SAMPAI !!!
KAMI
BERIKAN SOLUSINYA
PESANAN SAMPAI, BARU ANDA BAYAR PADA KAMI
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
|