|
Berita
/ Obat tradisional
Oleh trubuson
Jumat, Februari
01, 2008 15:44:25
Musuh
Bebuyutan Kolesterol
Singkong, pisang,
bakwan, tahu, dan tempe goreng di piring dihidangkan dalam
sebuah rapat. Di atas meja yang disusun seperti huruf
U itu terdapat 6 piring camilan yang habis hanya dalam
beberapa menit. Tujuh belas peserta rapat silih berganti
mencomot gorengan yang lezat itu. Konsumsi aneka penganan
gorengan itu secara berlebihan meningkatkan kadar kolesterol
sekaligus meningkatkan risiko serangan jantung.
Maklum, kadar asam lemak penganan gorengan
itu lumayan tinggi, mencapai 11,92%. Padahal, Rustika
membuktikan konsumsi 1% asam lemak meningkatkan 2,17 mg/dl
total kolesterol dan 2,38 mg/dl kolesterol 'jahat'. Periset
Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan itu meneliti
di Joharbaru, Jakarta Pusat, dengan responden 503 jiwa.
Dampak penumpukan kolesterol adalah mempersempit arteri
dan menyumbat aliran darah. Tahap berikutnya terjadi pengerasan
pembuluh darah alias artarioskrosis.
Ketika plak pecah, retakan juga memicu
pembekuan darah. Saat itulah terjadi serangan jantung
dan stroke. 'Kadar kolesterol tinggi dalam darah merupakan
faktor risiko penyakit kardiovaskular, terutama serangan
jantung,' kata Dr dr Budhi Setianto SpJP, ahli jantung
Rumahsakit Harapan Kita Jakarta. Asal-muasal penumpukan
kolesterol, ya konsumsi lemak. Salah satu contohnya kebiasaan
menyantap pisang atau tahu goreng yang gurih itu
Kombinasi
Setiap 1 g lemak menghasilkan 9 kalori
sebagai sumber energi. Lemak itu kemudian diproses menjadi
senyawa asetil koenzim-A yang membentuk asam lemak, trigliserida,
fosfolipid, dan kolesterol. Kolesterol yang terbentuk
adalah low-density lipoproteins (LDL) alias kolesterol
jahat dan high density lipoproteins yang sohor sebagai
kolesterol baik. LDL mengandung 75% kolesterol dan hanya
sedikit protein, serta berfungsi mengalirkan kolesterol
ke seluruh tubuh. Kelebihan LDL menyebabkan penumpukan
lemak di dinding arteri.
Konsumsi makanan manis, bersantan, dan
karbohidrat secara berlebihan meningkatkan kadar kolesterol.
Menurut Persatuan Endokrinologi Indonesia, kadar kolesterol
dalam darah normal maksimal 200 mg/dl; LDL, paling tinggi
130 mg/dl; HDL, lebih dari 45 mg/dl, dan trigliserida
kurang dari 200 mg/dl.
Kolesterol tinggi itulah yang dialami
oleh Simon Fenmart. Pria kelahiran Palembang, Sumatera
Selatan, itu kerap mengkonsumsi makanan gorengan. Akibatnya,
ketika usia mendekati setengah abad, tubuh tak lagi mampu
menetralisir lemak yang tertumpuk dalam darah. Kepalanya
kerap pusing. 'Sehabis tidur sulit membuka mata lantaran
langit seperti berputar,' kata Simon. Setelah memeriksakan
diri ke dokter, ia divonis mengidap kolesterol tinggi.
Hasil tes laboratorium menunjukkan nilai kolesterolnya
240 mg/dl dan asam urat mencapai 7,0.
Setelah rutin mengkonsumsi obat dokter,
kedua gangguan kesehatan pria 48 tahun itu berkurang.
Namun, jika terlambat mengkonsumsi obat, gejala berupa
kepala pusing, mata berkunang-kunang, dan mudah lelah
muncul lagi. Itulah sebabnya ia tertarik mencoba suplemen
berbahan teripang dan spirulina untuk memutus ketergantungan
obat kimiawi. Simon rutin mengkonsumsi 2 sendok makan
teripang 2 kali sehari. Selain itu ia juga menelan 5 butir
spirulina sehari. Hasilnya? Seluruh keluhan itu hilang
seperti dikokohkan oleh hasil tes laboratorium: nilai
kolesterol 130 mg/dl dan nilai asam urat 5,5.
Alpukat
Perihal teripang tokcer menurunkan kadar
kolesterol dibuktikan oleh Hsi-Hsien Liu. Periset National
Chung-Hsing University, Taiwan, itu meneliti efek penurunan
lemak alias hipolipidemik karena senyawa glikosaminoglikan.
Senyawa itu terkandung dalam teripang Metriatyla scabra.
Glikosaminoglikan alias GAGs teripang mengandung asam
heksosamin dan heksuronat. Percobaan selanjutnya dilakukan
terhadap tikus winstar berbobot 5 g, 10 g, 15 g, dan 20
g. Tikus-tikus itu diberi 1% kolesterol selama 6 pekan
sehingga total kolesterol, LDL, dan bobot hati meningkat.
Kemudian tikus-tikus itu diberikan 20
mg glikosaminoglikan per kg bobot tubuh. Efeknya total
kolesterol, LDL dan indeks atherogenik turun; HDL meningkat.
Selain itu GAGs terbukti mencegah peningkatan trigliserida,
kolesterol dan fosfolipid dalam hati. Sterol yang terdapat
didalam teripang juga menurunkan kolesterol. Zat itu menghadang
penyerapan kolesterol pada pembuluh darah manusia sebanyak
15%.
Selain teripang, konsumsi rutin alpokat
mencegah peningkatan kolesterol. Buah Persea americana
itu kaya antioksidan yang mencegah melonjaknya kolesterol.
Bahan nabati lainnya, bawang merah dan bawang putih memiliki
senyawa aktif ajoene, antikolesterol yang mencegah penggumpalan
darah. Kedua sayuran bumbu itu salah satu pilihan untuk
mengatasi kolesterol yang melambung. Beberapa siung umbi
lapis anggota famili Liliaceae itu dapat dimakan segar.
'Dua siung bawang putih setiap hari, hindarkan tubuh dari
kolesterol jahat, 'kata Lukas Tersonoadji, herbalis di
Tangerang. (Vina Fitriani)
DISKON
MENARIK & GRATIS ONGKOS KIRIM JIKA ANDA ORDER
HARI INI |
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ANDA RAGU PESANAN TIDAK SAMPAI !!!
KAMI
BERIKAN SOLUSINYA
PESANAN SAMPAI, BARU ANDA BAYAR PADA KAMI
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
|