|
Trubus
Edisi: Selasa, 07 Maret
2006 14:23:09
Mereka
Selamat Berkat Gamat
Penderitaan
itu seperti merampas kebahagiaan Dewi Anggraeni yang baru
saja menikah. Delapan purnama seperti bergulir lebih cepat
ketika ia lemas, pegal, lambung perih, sering muntah,
serta kehilangan keseimbangan. Ia mengira masuk angin,
sehingga hanya membeli obat yang dijual bebas.
Lebih dari seminggu, sakit dan letih tak kunjung membaik.
Itulah sebabnya ia memeriksakan diri ke dokter. Ahli medis
mendiagnosis ia terlalu lelah bekerja sehingga hanya diberi
vitamin. Toh, kondisinya kian memburuk. Naik tangga berjarak
5 meter, ia butuh satu jam dengan keringat dingin tak
henti mengucur. Kian hari kesehatan Dewi semakin menurun,
sehingga ia hanya bisa terbaring di tempat tidur.
Lupus sendi
Pada penghujung 1997 ia dirujuk ke dokter darah Rumah
Sakit Pusat Pertamina. Ia menjalani tes serologi dan imunologi.
?Anti ds DNA (anti double stranded DNA) melebihi ambang
batas dan ANA (anti nuclear AB) Anda positif,? kata dr
Dewata Dermawan SpPD, dokter hematologi dan onkologi yang
memeriksa Dewi. Lazimnya kisaran anti ds DNA adalah 0
- 200 IU/ml sedangkan Dewi 258 IU/ml. Anti ds DNA dan
ANA adalah penanda aktivitas penyakit lupus. Selain itu
nilai laju endap darah (LED) juga jadi parameter lupus,
dengan kisaran normal 0 - 15 mm/jam.
Pada 1997, hampir tak ada informasi tentang penyakit lupus.
Ia mengira dokternya bercanda. ?Ia terkena lupus yang
menyerang sendi, karenanya sulit bergerak,? kata dokter
yang kini berpraktek di Rumah Sakit Internasional Bintaro,
Tangerang. Sejak saat itu Dewi mulai menenggak obat-obatan
mengandung steroid dan metrotreksit untuk kanker. Obat
itu dikonsumsi agar serangan lupus tidak meluas ke organ
tubuh lain.
Sebulan kemudian, penderitaan wanita berkulit putih bersih
itu justru bertambah. Wajahnya membulat - dikenal dengan
istilah moonface - , kulit kering, tulang-tulang linu
setiap saat, lambung perih meronta. Ia lantas meminta
obatnya diganti, tetapi apa daya, peredam penyakit lupus
memang hanya steroid. Oleh karena itu, obat-obatan dokter
ditinggal, beralih pada refleksi, terapi jus, dan meminum
suplemen di bawah pantauan dokter. ?Yang paling penting,
ia tidak meminum obat yang merusak ginjalnya,? kata dokter
alumnus Universitas Indonesia itu. Jika ginjal rusak,
obat-obatan justru memacu kematian karena tak ada organ
pengolahnya.
Pada awal 2003 rekannya menyodorkan suplemen berbahan
teripang. Ia meminumnya dengan dosis 2 sendok makan 3
kali sehari. Dampaknya, tidurnya nyenyak. Penderita lupus
kerap terbangun pada malam hari karena saraf terhentak.
Kemudian ia sanggup berjalan tanpa dipapah, duduk tanpa
bantalan, berenang, dan ia pun diperbolehkan mengikuti
program hamil. Kini penampilannya lebih segar, rambut
tebal, dan kulit lembut bersinar.
Tes laboratorium dilakukan setelah 2 tahun rutin mengkonsumsi
teripang. Hasilnya, nilai anti ds DNA hanya 5,7 serta
laju endap darahnya menurun menjadi 8 mm/jam dari sebelumnya
67 mm/jam. Kondisinya memang membaik tapi bukan berarti
sembuh. Dalam dunia kedokteran, lupus tidak bisa disembuhkan
dan belum ada obatnya. Asal mengontrol diri terhadap makanan
dan tidak terkena sinar matahari berlebih, derita lupus
takkan menjangkit. ?Ginjalnya tetap oke, sama sekali tidak
masalah. Untuk penderita lupus memang sebisa mungkin obat
kimia dihindari,? kata dr Dewata sambil mengakui pasiennya
memiliki kondisi jauh lebih baik.
Antidiabetes
Khasiat produk teripang Stichopus hermanii juga dirasakan
oleh dr Pieter A.W Pattinama, MPH. Derita diabetes mellitus
sejak 1972 tak kunjung sembuh. Kadar gula darahnya 500
mg/dl. Luka di telapak kaki mantan direktur Rumah Sakit
PGI Cikini, itu Jakarta, terus menganga. Pria 59 tahun
itu wajib menyuntik insulin 3 kali dengan dosis 30 unit/hari
dan mengkonsumsi Diamicron. Untuk mempercepat penyembuhan,
dokter itu rutin menjalani terapi ozon. Kaki dibungkus
dengan plastik berisi gas alam. Hasilnya, luka itu menutup
dan sembuh.
Namun, pada awal Februari 2003 luka itu kambuh kembali,
terdapat lubang sedalam 6 cm dan lebar 10 cm x 10 cm.
Setelah operasi lukanya bersih dari nanah tetapi tak menutup
walau di terapi ozon. Dokter di rumah sakit menganjurkannya
diamputasi atau transplantasi kulit agar lukanya lenyap.
Lantas, ia mengganti dengan terapi akupuntur yang membuat
peredaran darah meningkat.
Itu dibarengi mengkonsumsi jeli teripang. Sedikit demi
sedikit luka menutup. Konsumsi teripang menurunkan nilai
gula darahnya menjadi 160 mg/dl dalam 2 bulan. Itu sebabnya
suntikan insulin menjadi 3 kali 15 unit per hari dan hemoglobin
darahnya juga meningkat dari 9 menjadi 15 g/dl. Dokter
yang juga dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas
Indonesia itu yakin, teripang membantu penyembuhan dan
meningkatkan kesehatan tubuh.
Berbagai penyakit
Beragamnya kandungan gizi Stichopus hermanii menyembuhkan
beberapa penyakit (baca: Penyembuh dari Dasar Samudera
halaman 52). Selain lupus dan diabetes, gamat - sebutan
teripang di Malaysia - telah mengembalikan detak jantung
Taurini, pengidap jantung bocor sejak lahir. Lima tahun
lalu ketika berusia 47 tahun, ia kerap pingsan dan 8 kali
bolak- balik ke rumah sakit dalam satu bulan. ?Dokter
bilang harus dioperasi, tak ada jalan lain , itu berarti
saya butuh seratus juta,? kata ibu 3 anak itu.
Lantaran terimpit biaya, operasi itu batal. Obat dokter
berupa Asparca, Ascardia, dan ISDN yang semestinya menjadi
obat seumur hidup juga dihentikan. Semua kerabat dipanggil
untuk melihatnya terakhir kali. Saat itulah sepupunya
datang membawa jeli teripang dan menganjurkan rutin meminumnya.
Dalam seminggu bobot tubuhnya naik 10 kilogram dan dokternya
terkejut melihat ia mampu berjalan dan wajahnya berseri.
?Paling tidak kondisi saya jauh lebih baik tanpa harus
operasi,? katanya.
Stroke yang diderita Hendriyati Kaban, Sri Lestari Th
eedens, dan Iwan juga enyah. Akhir 30 Oktober 2004 ketika
Sri beranjak bangun pagi, kaki dan tangannya tak bisa
digerakkan, nilai tekanan darah pun melonjak naik ke angka
180/130. Setelah 2 minggu megkonsumsi teripang, sarafnya
kembali normal dan tekanan darah turun menjadi 130/90.
Tak hanya orang dewasa yang mengkonsumsinya, bahkan bayi
sekalipun aman menelannya. Ellsye, cucunya berusia 3 tahun,
lepas dari penderitaan diare dalam hitungan jam. Padahal
sebelumnya cucunya itu 20 kali bolak-balik ke peturasan.
Efek pada anak juga dirasakan dr Maria Theresia Karnadi
MS, kepala Poliklinik Umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.
Setidaknya itu terlihat dari hasil rapor 2 anaknya pada
kelas 4 SD dan 3 SMP melesat dibanding sebelum mengkonsumsi
gamat. ?Anak saya bilang mereka lebih konsentrasi,? kata
alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti itu.
Walau penelitian mengenai efek gizi teripang terhadap
penyembuhan penyakit belum ada, mereka yang selamat berkat
gamat percaya, penyakit yang hinggap di tubuh mereka berangsur
lenyap. Yang dibutuhkan hanya asupan rutin gamat dan pola
hidup sehat. (Vina Fitriani/Peliput: Syalita Fawnia)
GABUNG
USAHA SANTAI......TAPI MENGHASILKAN UANG ....GAK
PERCAYA ..
KLIK
DISINI |
|