|
Berita
/ Obat
tradisional
Oleh trubusid
Jumat, Oktober 10, 2008 07:14:12
Atasi
Kristal Pemicu Nyeri Sendi

Lucia
Maria Idayanti Pusparini terbangun begitu mendengar bunyi
teklik... teklik.... Sumber bunyi itu adalah ibu jari
tangannya yang tiba-tiba bengkok, sulit digerakkan. Rasa
nyeri merambat di sekujur jempol tangan kanannya hingga
ia memekik sakit.
Semula
Lucia Maria Idayanti Pusparini menduga ia terkilir. Oleh
karena itu keesokan paginya ia memanggil tukang pijat
untuk mengurut ibu jarinya. Namun, kejadian seperti malam
itu kembali terulang. Malahan nyeri sendi tak hanya di
tangan, tetapi juga jari kaki. Persendian kakinya memerah.
Ia menitikkan air mata menahan nyeri. Kondisi itu yang
mendorong Lucia memeriksakan diri ke klinik.
Dokter
mendiagnosis hiperurisemia alias kelebihan asam urat.
Itu merujuk pada hasil laboratorium yang menunjukkan kadar
asam uratnya 8,9 mg/dl. Kadar normal untuk perempuan berkisar
2,6-6 mg/dl. Setelah mengetahui biang keladi rasa nyeri,
pada pertengahan Agustus 2007 ia mengkonsumsi pereda asam
urat dan analgesik yang beredar di pasaran.
Kebutuhan
kecil
Gangguan
kesehatan itu menghambat aktivitas Lucia sebagai perawat.
Kegiatan mengisi waktu luang dengan membuat manik-manik
dan beragam kue juga sulit dilakukan. Asam urat alias
gout sejatinya adalah penyakit lama. Bapak kedokteran,
Hippocrates, mengenal asam urat pada 2.000 tahun lampau.
Karena saat itu kerap menyerang keluarga menengah atas,
asam urat disebut penyakit raja.
Menurut
dr Tomi Hardjatno MS, staf pengajar Departemen Fisiologi
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, asam urat hasil
akhir metabolisme purin. Fungsi asam urat membentuk inti-inti
sel. Namun, jumlah yang diperlukan tubuh sangat kecil.
'Secara normal tubuh mengeluarkan sisanya melalui usus
atau pun feses sebanyak 20% dan 80% sisanya dikeluarkan
dalam bentuk urine dengan perantaraan ginjal,' tutur Tomi.
Dokter
Suryo Wibowo mengatakan asam urat merupakan asam berbentuk
kristal, hasil akhir metabolisme purin. Secara alamiah,
purin terdapat dalam tubuh. Tubuh menyediakan 85% senyawa
purin untuk kebutuhan setiap hari. Artinya kebutuhan purin
dari makanan hanya 15%. Konsumsi alkohol, telur, ikan
sarden, dan jeroan-hati, jantung, babat, limpa- meningkatkan
kadar asam urat. Itu akibat kerja enzim hipoksantin untuk
mengolah purin kian berat. Akibatnya banyak sisa asam
urat di dalam darah, berbentuk butiran, dan mengumpul
di sekitar sendi sehingga menimbulkan nyeri. Asam urat
berlebih berpadu dengan natrium dan membentuk kristal
natrium urat.
Lipoksigenase
Ketika
obat-obatan antiasam urat yang ia konsumsi tak kunjung
menyembuhkan, Lucia menerima saran tetangganya, Siska.
Siska menyarankan agar Lucia mengkonsumsi ekstrak teripang.
Pada Oktober 2007, mulailah Lucia mengkonsumsi 2 sendok
makan ekstrak teripang. Frekuensinya 2 kali sehari. Baru
beberapa hari menyantap ekstrak satwa laut itu, ia merasakan
badannya serasa dipukuli. Lucia sempat ragu.
Siska
kembali menyarankan agar konsumsi terus dilanjutkan. Tubuh
yang sakit itu pertanda ekstrak teripang sedang bekerja.
Sepekan kemudian perempuan kelahiran 12 September 1959
itu memekik kegirangan. Ibu jari tangan kanannya yang
selama 2 bulan kaku mulai leluasa digerakkan. Lucia senang
bukan kepalang sehingga ia melanjutkan konsumsi teripang.
Tiga
bulan setelah rutin mengkonsumsi ekstrak teripang, ia
memeriksakan diri ke klinik. Hasilnya, kadar asam uratnya
5,9 mg/dl. Meski demikian ia tetap mengkonsumsi ekstrak
beche de mer- sebutan teripang di Perancis-untuk menjaga
kesehatan. Di Pulau Langkawi, Malaysia, teripang sohor
sebagai obat nyeri sendi akibat asam urat. Kepada Trubus,
ahli nutrisi Walter Kee Mun Yee alumnus Wisconsin University
mengatakan teripang mengandung kondroitin sulfat dan glukosamin.
Kondritin
sulfat berperan memulihkan penyakit sendi. Sedangkan glukosaminoglikan
merupakan zat antithrombogenik pelancar peredaran darah
yang menggumpal. Pada penderita asam urat, jumlah glukosamin
dan kondritin sedikit.
Riset
Dr Mittchell Kurk dari Pusat Revitalisasi Biomedis, New
York, Amerika Serikat, menunjukkan teripang berkhasiat
meningkatkan kesehatan fi sik bagi 70% penderita radang
sendi akibat asam urat. Ini akibat glukosamin merangsang
tubuh mensekresikan cairan sinovial untuk lubrikasi persendian.
Menurut dr Zen Djaja MD, dokter di Malang, Jawa Timur,
satwa anggota famili Holothuriidae itu mengandung asam
lemak 12-MTA alias metthyltetradecanoic acid.
Asam
itu ampuh menghadang enzim 5-Lox atau populer sebagai
lipoksigenase, enzim yang mengoksidasi lemak tak jenuh
menjadi peroksida. Menurut dokter alumnus Universitas
Katolik Atmajaya itu kolagen dalam teripang mengaktifk
an enzim urikase sehingga lebih aktif memecah asam urat
menjadi allantoin. Dengan demikian asam urat tidak menumpuk
dan menimbulkan radang sendi. (Faiz Yajri
|