|
Trubus
Edisi: Minggu, 02 Juli
2006 17:27:04
Reportase
Malaysia Obat Mujarab dari Laut
Tiga
puluh hari sudah tubuh Lis Rudiyan terbujur di ruang intensive
Care Unit (ICU) sebuah rumah sakit besar di Semarang,
Jawa Tengah. Ia koma. Stroke pendarahan akibat hipertensi
--tekanan darahnya 200/120 mmHg-- memaksa perempuan 42
tahun itu opname hingga 1,5 bulan. Begitu tangan mampu
bergerak, Lis dipindahkan dari ruang ICU ke bangsal. Di
ruang itulah adiknya, diam-diam memberikan ekstak teripang
dengan gastric tube, semacam selang yang dimasukkan ke
lubang hidung lalu ke lambung.
Adiknya, Ade Nurmaya, yang kebetulan
dokter tahu betul risiko stroke pendarahan. Pasien stroke
pendarahan kemungkinan hidup cuma 5%, ujar dr Ade Nurmaya
yang berpraktek di Getasan, Salatiga, kira-kira 1,5 jam
perjalanan dari Semarang. Tanpa sepengetahuan dokter yang
merawat, Ade memberikan 1 sendok makan esktrak teripang
3 kali sehari kepada Lis. Ekstrak itu rutin diberikan
sejam sebelum jadwal makan.
Mengapa
Ade Nurmaya memberikan ekstrak teripang? Jangan sampai
kakak sembuh, tetapi daya pikir menurun. Lumpuh akibat
stroke masih bisa disembuhkan. Namun, kalau ingatan yang
rusak sulit dipulihkan. Saya juga ingin membuktikan apa
benar teripang bisa menyembuhkan stroke seperti ditulis
Trubus? ujar perempuan 38 tahun itu. Pada edisi Maret
2006 majalah Anda memang menulis khasiat teripang, antara
lain menyembuhkan stroke.
Beberapa
pekan setelah diberi ekstrak teripang, Lis siuman. Kebahagiaan
keluarga besarnya membuncah. Yang lebih menggembirakan
ingatannya seperti semula, tak berkurang sedikit pun.
Pernah temannya bezuk, karyawan PT Taspen Semarang itu
ingat persis sisa cuti. Kemampuan bicaranya juga bagus,
ujar dokter alumnus Universitas Diponegoro itu. Trubus
membuktikannya ketika berbicara langsung dengan Lis Rudiyan.
Padahal,
pendarahan terjadi di cerebrospinal (ruang di tengah otak)
dan mengendap hampir ke batang otak seperti dialami almarhumah
Sukma Ayu. Ekstrak teripang cukup membantu mengatasi stroke.
Bagi penderita stroke, pendarahan mendesak otak ke samping
sehingga jaringan rusak, katanya. Protein yang dikandung
teripang menumbuhkan sel-sel baru pada otak dan meregenerasi
jaringan yang mati sehingga daya ingat dapat berfungsi
baik.
Beragam
penyakit
Hj
Halimah Omar juga merasakan khasiat teripang. Perempuan
kelahiran Johor, Malaysia, 24 Mei 1951 itu 17 tahun mengidap
asma. Begitu gejala serangan muncul, anak ke-8 dari 12
bersaudara itu segera memacu mobilnya ke Batupahat Hospital,
2 km dari rumahnya. Dokter negeri jiran biasanya meresepkan
bentolin, niulin, dan obat spray untuk melegakan jalan
pernapasan. Sayang, ketika obat-obatan habis penyakitnya
kerap muncul.
Oleh
karena itu Halimah tertarik mencoba ekstrak teripang.
Ibu 2 anak itu rutin mengkonsumsi 2 sendok makan 2 kali
sehari. Efek yang langsung dirasakan perempuan 55 tahun
itu, Saya rasa badan sedap (enak, red), ujarnya ketika
ditemui Trubus di rumahnya di bilangan Tamantasik, Johor.
Dua tahun terakhir setelah rutin mengkonsumsi gamat-sebutan
teripang di Malaysia-asmanya tak pernah kambuh.
Teripang
tak hanya membantu proses penyembuhan stroke dan asma.
Banyak penyakit maut lain yang dituntaskan oleh anggota
famili Holothuriidae itu seperti diabetes mellitus, jantung
koroner, hepatitis, dan psoriasis. Teripang berkhasiat
untuk hampir semua kasus penyakit. Cara kerjanya tentu
saja berbeda. Misalnya untuk asam urat ekstrak teripang
memblokir asam urat, untuk osteoarthritis alias radang
sendi teripang memberikan kondroitin sehingga tulang rawannya
membaik, ujar dr Zen Djaja MD di Malang.
Ekstrak
teripang itulah yang kini menjadi buah bibir di masyarakat
Indonesia. Banyak pasien berharap sembuh dari penyakit
mematikan dengan mengkonsumsi ekstraknya. Di sisi lain
banyak pula dokter yang mengidap penyakit tertentu, lalu
mengkonsumsi teripang untuk diri sendiri dan merasakan
faedahnya. Episode berikutnya, sang dokter menganjurkan-jika
tak boleh dibilang meresepkan-kepada para pasien.
Sekadar
menyebut contoh, di Jakarta ada dr Pieter AW Pattinama
MPH, mantan direktur RS PGI Cikini. Derita panjang akibat
serangan diabetes mellitus sejak 1972 akhirnya berujung.
Itu setelah ia melakukan terapi akupunktur plus konsumsi
ekstrak gamat. Kadar gula darah pria 59 tahun itu semula
500 mg/dl turun menjadi 160 mg/dl dalam 2 bulan.
Dokter-dokter
di Indonesia biasanya tak gampang percaya terhadap obat
atau suplemen yang belum diuji klinis. Namun, pada kasus
ekstrak teripang yang notabene belum diuji klinis, mereka
berkenanmenggunakan setelah obat-obatan kimiawi gagal
mengatasi penyakit-penyakit tertentu. Menurut dr Andreas
Widjaja itulah fenomena bangkitnya fitofarmaka di Indonesia.
Lengkap
Apa
rahasia teripang sehingga dapat menyembuhkan beragam penyakit?
Ahli nutrisi Malaysia Walter Kee Mun Yee, mengatakan teripang
mengandung kolagen, MPS (mucopolusacarida), DHA (Docosahexaenoic
acid) dan EPA (Eicosapentaenoic acid). Kepada Trubus alumnus
Wisconsin University itu mengatakan, MPS dalam bentuk
kondritin sulfat memulihkan sendi dan membangun tulang
rawan. Senyawa itu juga memberikan pelendiran pada dinding
sel.
Dua
yang disebut terakhir-EPA dan DHA, disebut omega 3-merupakan
asam lemak rantai panjang. DHA dan EPA banyak ditemukan
pada satwa di lautan. Menurut ahli gizi, Dr Uken Soetrisno,
DHA dan EPA berfungsi untuk kecerdasan dan berhubungan
dengan pertumbuhan simpul-simpul saraf atau ganglion.
Hal senada juga diungkapkan dr Luki Kartadinata. DHA dan
EPA bermanfaat untuk pertumbuhan otak dan melancarkan
sirkulasi darah, ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas
Trisakti itu.
Masih
ada faedah lain senyawa aktif itu. Menurut dr Imelda Retno
Purwanti dokter di Kelapagading, Jakarta Utara, EPA dan
Omega 3 sebagai pelarut kolesterol, terutama LDL (dikenal
sebagai kolesterol jahat, red). Jika tak diterapi kolesterol
tinggi menyebabkan penyakit jantung. Efeknya berantai
dan tak dapat berdiri sendiri-sendiri. Semua ahli sepakat
soal faedah EPA dan DHA. Yang tak bulat adalah soal waktu
pemberian.
Menurut
dr Zen Djaja MD di Jakarta ekstrak teripang sangat baik
diberikan kepada wanita hamil, bukan anak-anak. Pada beberapa
penelitian spesifik, DHA tak terlalu berkhasiat ketika
bayi sudah lahir. Ia (DHA, red) menampakkan fungsinya
ketika pembentukan otak janin, kata alumnus Fakultas Kedokteran
Universitas Katolik Atmajaya.
Namun,
Dr Uken Soetrisno mengatakan, selain kepada wanita hamil,
DHA juga bagus diberikan kepada anak-anak di bawah 2 tahun.
Tetap harus dijaga keseimbangan nutrisi. Sebab, di dunia
ini tak ada makanan superlengkap, ujar doktor Nutrisi
alumnus Oregon State University. Selain itu teathfish-sebutan
teripang di Inggris-kaya tembaga. Tembaga bagus untuk
regenasi sel sehingga bikin awet muda, ujar dr Luki.
Rusak
ginjal?
Zen
Djaja MD mengatakan, mentimun laut-sebutan untuk teripang-mengandung
asam lemak 12-MTA alias metthyltetradecanoic acid. Hingga
saat ini jenis bakteri yang berjasa dalam pembentukan
asam itu masih diteliti. Asam itu tokcer mengahalangi
enzim 5-Lox atau populer sebagai lipoksigenase, enzim
yang mengoksidasi lemak tak jenuh menjadi peroksida sehingga
mengancam kesehatan. Dalam dunia pengobatan modern, ini
adalah kunci pengobatan asma, pembengkakan usus, dan arthritis,
kata Zen.
Secara
tradisional, teripang digunakan dalam pengobatan cina
sejak ribuan tahun silam. Hoisom- sebutan teripang di
Cina-dikeringkan atau dibuat bubuk. Menurut William Aditeja,
ahli pengobatan cina di Jakarta, teripang bubuk lebih
aman dikonsumsi pasien alergi ketimbang yang kering. Kadar
protein teripang kering relatif tinggi sehingga memicu
alergi.
Dokter
alumnus Beijing University of Traditional Chinese Medicine
itu memanfaatkan teripang untuk mengobati penyakit sirosis
hati, mioma, dan segala penyakit yang menyebabkan organ
tubuh mengeras atau membengkak. Teripang berkadar garam
tinggi sehingga berfungsi melunakkan atau mengecilkan
kelainan organ tubuh yang mengeras atau membengkak, ujar
William yang berpraktek di Jakarta Kota.
Ia
mengatakan konsumsi berlebihan dalam waktu lama, berefek
terhadap ginjal. Oleh sebab itu, dosis mesti tepat. Menurut
William dosis konsumsi teripang kering 15-30 g; bubuk,
3 g sekali konsumsi. Frekuensinya 2-3 kali sehari. Menurut
Walter Kee Mun Yee ekstrak gamat tanpa garam. Mirip ikan
laut atau cumi-cumi, walau hidup di laut tapi dagingnya
tak asin karena adanya reverse osmosis, ujar Kee.
Efek
berbeda
Tentu,
tak semua dokter menganjurkan ekstrak zeekomkamer-sebutan
teripang di Belanda-kepada para pasiennya. Contoh, dr
Paulus Wahyudi Halim. Dokter sekaligus herbalis di Tangerang,
Provinsi Banten, itu menyarankan pasien untuk berhati-hati.
Mestinya pasien memperhatikan efek samping, terutama pada
organ hati dan ginjal. Bila keduanya rusak, obat malah
mencelakakan kita. Sebab, efek obat untuk setiap orang
berbeda, tergantung tingkat kemampuan tubuh menerima zat
itu, katanya.
Dokter
alumnus Universitas Degli Studi Padova, Italia, itu mengatakan,
ekstrak teripang mestinya melewati uji yang mengikuti
kaidah farmakologis seperti uji klinis. Tujuannya untuk
menentukan dosis tepat sehingga konsumen terlindungi.
Harap mafh um, kerap kali dosis yang digunakan konsumen
di sini mengacu pada pasien di mancanegara yang belum
tentu kebutuhannya sama.
Pendapat
serupa dikemukakan oleh Dr Asep Gana Suganda, ahli farmakologi
Institut Teknologi Bandung (ITB). Dalam teripang juga
mengandung beberapa senyawa toksik seperti holoturin yang
justru berbahaya bagi tubuh manusia, ujar dosen jurusan
Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
ITB. Doktor Farmakologi alumnus Nantes University, Perancis,
itu menuturkan obat herbal terstandar dikatakan aman jika
memenuhi data praklinis.
Sebetulnya
banyak periset di berbagai negara telah membuktikan keampuhan
teripang dalam uji praklinis. Dr Retno Murwani dari Universitas
Diponegoro, misalnya, membuktikan teripang sebagai antikanker.
Riset serupa juga ditempuh Tong Y, dari Divisi Farmakologi
Antitumor, State Key Laboratory of Drug Research, Shanghai
Institute of Materia Medica, Chinese Academy of Sciences,
Shanghai, Cina.
Tren
Ekstrak
teripang kini banyak dikonsumsi dalam bentuk cair. Itu
hasil olahan beberapa spesies teripang yang telah diteliti
senyawa aktifnya. Di antara jenis-jenis itu belum ada
kasus teripang itu beracun, ujar Drs Prapto Darsono, periset
Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi. Apakah semua
spesies berkhasiat obat? Prof Dr Zaiton Hassan, peneliti
teripang dari Universiti Putra Malaysia, mengatakan kandungan
antarspesies relatif sama.
Hanya
persentase zat aktif yang berbeda. Beberapa spesies yang
lazim diolah menjadi ekstrak antara lain teripang pasir
Holothuria scabra, teripang hitam H. edulis, dan Stichopus
variegatus. Meski Indonesia mempunyai banyak spesies,
tetapi ekstrak teripang masih diimpor dari Malaysia. Di
negeri jiran itu popularitas gamat-begitu mereka menyebut
teripang-amat melambung.
Bekas
jajahan Inggris itu meriset teripang secara terpadu sejak
1995. Penelitian perdana dilakukan oleh Prof Dr Ridzwan
Hashim, mantan dosen Universiti Kebangsaan Malaysia yang
kini mengajar di International Islamic University Kualalumpur
(baca: Khasiat di Balik Resep Datuk, halaman 22-23). Sejak
itu penelitian untuk mengungkap tabir teripang terus dilakukan.
Hasil riset itu-antara lain teripang berkhasiat mengatasi
beragam penyakit- mendorong investor membangun pabik pengolahan.
Wajar
bila saat ini di Malaysia bertebaran puluhan produsen
ekstrak teripang dari skala rumahan yang berpusat di Pulau
Langkawi hingga skala besar. Beberapa produsen skala besar
di antaranya Diamond Interest Sdn Bhd (Sdn Bhd, Sendirian
Berhad = PT, perusahaan terbatas), Healwell Pharmaceuticals
Sdn Bhd, Luxor Network Sdn Bhd, MICH Sdn Bhd, dan Rojam
Industries Sdn Bhd. Tiga produsen yang disebut pertama
mengekspor ekstrak teripang ke Indonesia dengan merek
masing-masing Sea Cucumber, Gamat Emulsion, dan Jeli Gamat.
Ketiga
merek itulah yang kini beredar di pasaran Indonesia. Menurut
Paulus Prawira yang mendistribusikan Sea Cucumber di Jakarta,
volume penjualan 2005 meningkat 25% ketimbang tahun sebelumnya.
Melambungnya permintaan juga dirasakan oleh Thomas Hendrawan,
distributor Jeli Gamat di Indonesia. Lonjakan permintaan
ke- 3 merek itu mengindikasikan ekstrak teripang dibutuhkan
masyarakat.
Sayang,
meski Indonesia mempunyai keragaman spesies yang tinggi,
industri pengolahan teripang belum muncul. Padahal, teknologi
pengolahan beche de mer-sebutan teripang di lidah Perancis-relatif
mudah (baca: Jalan Panjang Pangkor ke Selangor, halaman
24-25). Menurut Drs Prapto Darsono, alumnus Biologi Kelautan
University of South Carolina, Amerika Serikat, dari 1.200
spesies teripang, 200 di antaranya hidup di Indonesia.
Padahal, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat
akan kesehatan, prospek pasar ekstrak teripang amat menjanjikan.
Apalagi, Di dalam ilmu pengobatan barat teripang sedang
gencar dimanfaatkan sebagai obat. Kita masih menggolongkan
sebagai makanan kesehatan, ujar dr Zen Djaja. Apa pun
sebutannya, obat atau suplemen, teripang terbukti berkhasiat
menyembuhkan beragam penyakit maut.
Itulah
sebabnya banyak orang menyandarkan harapan kesembuhan
pada ginseng laut, julukan untuk teripang. (Sardi Duryatmo/Peliput:
Hermansyah, Imam Wiguna, Kiki Riazkika, Syalita Fawnia,
& Vina Fitriani)
GABUNG
USAHA SANTAI......TAPI MENGHASILKAN UANG ....GAK
PERCAYA ..
KLIK
DISINI |
|