Gold-G
Sea Cucumber dalam istilah sehari-hari
disebut Timun
Emas atau Teripang di
negara malayasia
di sebut Gamat
. Merupakan species terpilih
dari 1000 species teripang
di dunia dan memiliki warna keemasan mempunyai khasiat
yang sangat luar biasa. Teknologi modern telah menghilangkan
aroma tidak sedap serta memurnikan air teripang
emas yang dihasilkan sehingga menghasilkan
gold g sea (ekstrak teriapang/gamat
dalam bentuk jelly)yang berkhasiat penyembuhan
berbagai penyakit.
Setiap
penyakit, ada obatnya. Jika
anda belum mendapatkan kesembuhan,semoga Teripang
menjadi jalan anda menikmati kesehatan sejati.
Tidaklah
TUHAN
menciptakan penyakit, kecuali ada obatnya. Di
dasar laut sana, ada makhluk TUHAN
bernama Teripang/Gamat
yang telah terbukti melalui riset akademis dan medis
Internasional,bermanfaat untuk penyembuhan berbagai
penyakit.
Trubus
Edisi: Senin,
04 September 2006 08:22:22
Olah
Spirulina
Saat Liliput Berubah Wujud
Hamparan
jaring peneduh yang melingkupi 2 hektar lahan di Distrik
Dong Ying, Provinsi Shandong, RRC Utara, terlihat megah.
Di bawahnya tampak kolam-kolam berukuran besar berisi
air kehijauan. Dari sanalah serbuk-serbuk spirulina yang
tengah dikemas karyawan sebuah pabrik di kawasan Cikarang,
Bekasi, berasal. Fenomena itu tak ubahnya di Kepong, Malaysia
yang mengemas spirulina kiriman dari Hawaii, Amerika Serikat.
Spirulina
yang dipasarkan dalam berbagai kemasan di tanahair memang
semuanya impor, antara lain dari Cina, Jepang, India, dan
Amerika Serikat. Di Indonesia bukannya tidak ada tempat
cocok untuk pengembangbiakan makhluk berukuran mikroskopik
itu. Alasan belum ada investor yang memandang spirulina
sebagai makanan kesehatan itulah yang paling tepat dikedepankan.
Memang
tidak banyak tempat bisa dijadikan ladang pengkulturan
spirulina. Jasad liliput itu butuh persyaratan spesifik
untuk hidupnya. Selain perairan basa, pH di atas 8,5,
tempat itu harus steril dari pencemaran udara, seperti
debu dan zat-zat kimia berbahaya. Bahkan menurut Prof
Riset I Nyoman Kabinawa, ahli teknologi kultur mikroalga
Indonesia, lingkungan pun harus tenang.
Itulah
sebabnya Ultra Trend Biotech produsen Spiruplus memilih
Dong Ying di Provinsi Shandong, RRC Utara, untuk lokasi
budidaya. Kami butuh waktu 1 bulan untuk mengapalkan serbuk
spirulina hingga Cikarang, ungkap Billy Gan, presiden direktur
Ultra Trend Biotech Indonesia.
Pembudidayaan
spirulina juga dilakukan oleh Cyanotech Company di Hawaii,
Amerika Serikat, tetapi kondisi tempatnya berbeda. Produsen
spirulina yang didistribusikan dengan nama Luxor itu menambang
spirulina di lautan bebas. Hampir tak ada perbedaan cara
pengolahannya. Sebab, keduanya sama-sama dibudidayakan
di aliran air tenang. Berikut pembudidayaan spirulina
seperti yang dituturkan Billy Gan dari Ultra Trend Biotech
dan Bob Capelli dari Cyanotech Company langsung kepada
Trubus.
Kedua
perusahaan, Ultra Trend Biotech dan Cyanotech Company
membudidayakan jenis Spirulina platensis. Bibit
spirulina diperoleh secara kultivasi di laboratorium.
Setelah penyeleksian selesai, terpilihlah bibit spirulina
terbaik. Bibit itu lantas dimasukkan ke dalam galon
masing-masing bervolume 19 liter. Galon itu berisi nutrisi
agar ganggang biru-hijau itu tumbuh lebih cepat. Sebab,
untuk mengisi seluruh kolam paling tidak dibutuhkan
bibit sebanyak 10 galon. Bibit itu dimasukkan ke dalam
kolam perbanyakan. Pemindahan bibit dilakukan pada awal
Mei. Pada bulan itu suhu di Dong Ying cukup hangat,
20ºC, cocok untuk memulai budidaya. Kolam terbuat
dari semen, berukuran tinggi 60 cm, lebar 6 m, dan panjang
mencapai 100 m. Kolam ini diisi air tawar sampai ketinggian
30 cm. Air yang digunakan dipompa dari dalam tanah agar
kebersihannya terjamin. Beda halnya dengan pembudidayaan
spirulina di Cyanotech Company. Sumber air yang digunakan
berasal dari dasar laut yang kedalamannya mencapai 6.000
meter. Air itu masih murni dengan kandungan mineral
lengkap, kata Bob Capelli. Setiap kolam dilengkapi pemutar
yang digerakkan listrik, dengan kecepatan 3-4 m/detik.
Pemutar ini digunakan untuk mengaduk air kolam, sehingga
semua bibit spirulina dapat memperoleh sinar matahari.
Apabila air tidak diputar, sinar matahari hanya mengenai
spirulina di permukaan atas kolam. Setiap hari ditambahkan
mineral ke dalam kolam. Unsur-unsur seperti nitrogen,
potasium, besi, serta unsur penting lainnya dapat meningkatkan
kualitas spirulina. Musim tanam atau penyebaran bibit
spirulina dilakukan pada Mei hingga Oktober. Spirulina
sudah bisa dipanen 3-5 hari kemudian. Pemanenan dilakukan
setiap hari. Bahkan, saat puncak musim panas, panen
spirulina berlangsung setiap jam agar terhindari dari
ledakan populasi. Cara panen, air kolam di pompa dan
dimasukkan ke penyaring. Lantas spirulina yang tersaring
dicuci menggunakan air bersih agar semua kotoran hilang.
Setelah bersih, spirulina itu dikeringkan lantaran masih
mengandung 80% air. Sedangkan air yang keluar dari saringan
dimasukkan kembali ke dalam kolam. Spirulina yang telah
dicuci dimasukkan ke spray drier. Panas yang
disemprotkan mesin mengubah bentuk spirulina, dari cairan
menjadi bubuk kering. Teknologi lain diaplikasikan Cyanotech.
Pengalaman 23 tahun memproduksi spirulina Cyanotech
menemukan proses teknologi ocean chill drying.
Proses pengeringan beku itu menjamin tidak terjadinya
oksidasi terhadap karoten dan asam lemak spirulina.
Produk bisa bertahan lebih dari 5 tahun.
Bubuk
spirulina dikemas dalam vacuum pack lalu disimpan
ke dalam tong terbuat dari kertas. Dari Shandong, Cina,
Ultra Trend Biotech mengirimkan 200 tong masing-masing
berisi 50 kg bubuk spirulina melalui laut ke Indonesia.
Setelah 30 hari perjalanan, sampailah di Cikarang, Bekasi,
Jawa Barat. Sedangkan Cyanotech mengirimkan bubuk spirulinanya
ke Kepong, Kualalumpur, Malaysia.
Setibanya di pabrik pengemasan, bubuk spirulina langsung
masuk ruang penyimpanan berpendingin. Saat akan diolah
serbuk berwarna hijau itu baru dikeluarkan. Ada yang
memasukkan serbuk itu ke dalam kapsul, ada juga yang
dibentuk menjadi tablet. Dalam satu hari, masing-masing
perusahaan mampu mencetak 250.000 kapsul dan tablet
spirulina. Setelah dikemas dalam botol dan kardus, produk
siap dipasarkan ke konsumen di seluruh Indonesia. (Lani
Marliani/Peliput: Vina Fitriani)
GABUNG
USAHA SANTAI......TAPI MENGHASILKAN UANG ....GAK
PERCAYA .. KLIK
DISINI
ARTIKEL
MAJALAH TRUBUS TENTANG
KEAMPUHAN SPIRULINA MENGATASI PENYAKIT