|
Trubus
Edisi: Minggu, 02 Juli
2006 17:03:17
Spirulina:
Tumbuhan Laut Penggempur Penyakit
Serangkaian
pengobatan dilakukan untuk mengatasi penyebab bersarangnya
penyakit di tubuh pria berusia 22 tahun itu. Namun, tetap
tak memberi hasil memuaskan. Tiga bulan mengkonsumsi neometrasol,
obat kimia untuk pengidap hipertiroid, hanya mengembalikan
nilai tiroksin T3 dan T4 ke ambang normal yaitu 0.51-1.65
ng/dl dan 4.4-12.0 ug/dl. TSH, penanda aktivitas kelenjar
tiroid tak juga menanjak. Itu sebabnya tubuh Adi kerap
pingsan, cepat lelah, suhu badan tak stabil, dan sering
buang air kecil. Degup jantung saya lebih kuat dan cepat,
kata Kurniadi.
Lantaran
bosan dengan penyakitnya, 4 bulan berselang ia beralih
mengasup makanan tambahan spirulina atas anjuran kerabatnya.
Hasilnya, TSH perlahan meningkat mulai 0,06 mIU/L pada
bulan pertama dan 0.57 mIU/L setelah 3 bulan konsumsi.
Itu artinya normal karena berada pada interval 0.47-5.01
mIU/L. Pasien hipertiroid cenderung membutuhkan asupan
antitiroid, vitamin dan mineral penunjang kesehatan, kata
Dr Muhilal, ahli gizi di Bogor. Vitamin dan mineral berfungsi
membantu memperlancar sekresi hormon peningkat kekebalan
serta membersihkan racun dalam ginjal yang menghambat
keseimbangan hormon tiroid dalam darah.
Kaya
vitamin dan mineral
Menurut
USDA, spirulina memiliki kandungan lengkap vitamin dan
mineral. Carlos Jime?nez dari Department of Ecology,
Faculty of Sciences, University of Ma?laga, Spanyol
menemukan kalsium spirulina 3 kali lebih tinggi dibanding
susu hewani, zat besi 3 kali lebih besar dibanding bayam.
Tidak salah bila suku Aztec memanfaatkan spirulina sebagai
makanan sehari-hari untuk menjaga kesehatan. Ia efektif
meningkatkan stamina dan sistem kekebalan tubuh.
Alga
berwarna hijau kebiruan itu awalnya hanya diketahui sebagai
penurun kolesterol. Pengujian ilmiahnya dilakukan oleh
Nayaka dari Tokai University, Jepang. Sebanyak
30 pria sehat berkolesterol tinggi dan hiperlipidemia
yang diberi asupan spirulina menunjukkan penurunan 4,5%
jumlah serum kolesterol, trigliserida, dan LDL. Mereka
mengkonsumsi 4,2 gram spirulina selama 4 minggu tanpa
mengubah pola makan.
J.
E. Pi?ero Estrada dari Departament Farmakolog?, Fakultas
Farmasi, Universitas Madrid, Spanyol mengungkap spirulina
kaya antioksidan lantaran kandungan 3 pigmen kaya protein
yaitu phykosianin, klorofi l, dan zeasantin. Phykosianin,
antioksidan larut air, penunjang kesehatan hati dan ginjal.
Zeasantin, antioksidan pelindung mata terutama saat tua.
Sedangkan klorofi l, antioksidan bersifat antikanker dan
antiracun.
Antivirus
Selain
antikanker dan antiracun, penelitian Laboratory of
Viral Pathogenesis, Dana-Farber Cancer Institute and Harvard
Medical School, Massachusetts, Amerika Serikat pada
1996 membuktikan, spirulina dalam konsentrasi 5-10 ?g/ml
mampu menghambat pembelahan sel HIV-1. Itu disebabkan
spirulina memiliki kandungan kalsium spirulan, molekul
polimerisasi gula berisi kalsium dan sulfur. Konsumsi
spirulina terbukti memberikan masa hidup lebih lama pada
pasien AIDS.
Sedangkan
Armida Hern?ndez-Corona dari Departamento de Microbiolog?a,
Escuela Nacional de Ciencias Biol?gicas, IPN, Meksiko,
menunjukkan ekstrak spirulina memiliki sifat antiviral.
Ia efektif melawan virus herpes simpleks tipe 2, pseudorabies
virus (PRV), human cytomegalovirus (HCMV), dan
HSV-1, dengan dosis efektif (ED50) masing-masing sebesar
0,069, 0,103, 0,142, dan 0,333 mg/ml.
Karena
manfaat yang luar biasa, Arthrospira platensis
kini banyak dibudidayakan di seluruh dunia. Berjuta-juta
pil spirulina pun telah diproduksi lantaran terbukti menghadang
dan menggempur berbagai penyakit. Termasuk Kurniadi yang
telah merasakan keampuhannya. (Vina Fitriani).
GABUNG
USAHA SANTAI......TAPI MENGHASILKAN UANG ....GAK
PERCAYA ..
KLIK
DISINI |
|