Gold-G
Sea Cucumber dalam istilah sehari-hari
disebut Timun
Emas atau Teripang di
negara malayasia
di sebut Gamat
. Merupakan species terpilih
dari 1000 species teripang
di dunia dan memiliki warna keemasan mempunyai khasiat
yang sangat luar biasa. Teknologi modern telah menghilangkan
aroma tidak sedap serta memurnikan air teripang
emas yang dihasilkan sehingga menghasilkan
gold g sea (ekstrak teriapang/gamat
dalam bentuk jelly)yang berkhasiat penyembuhan
berbagai penyakit.
Setiap
penyakit, ada obatnya. Jika
anda belum mendapatkan kesembuhan,semoga Teripang
menjadi jalan anda menikmati kesehatan sejati.
Tidaklah
TUHAN
menciptakan penyakit, kecuali ada obatnya. Di
dasar laut sana, ada makhluk TUHAN
bernama Teripang/Gamat
yang telah terbukti melalui riset akademis dan medis
Internasional,bermanfaat untuk penyembuhan berbagai
penyakit.
Trubus
Edisi: Kamis, 31 Agustus
2006 14:39:43
SpirulinaPenjinak
Radiasi
Bencana
mahadahsyat itu 20 tahun telah berlalu: ledakan Pembangkit
Listrik Tenaga Nuklir di Chernobyl. Namun, dampaknya tak
juga terkubur oleh perjalanan panjang sang waktu. Setidaknya
9 anak meninggal karena kanker thiroid akut dan 9.000
orang lainnya mengidap leukemia, anemia, serta kehilangan
kekebalan tubuh. Semua itu akibat radiasi nuklir ketika
PLTN meledak pada 26 April 1986 pukul 01.23.
Cuma
itu? Ternyata tidak, sebab kandungan iodine tanah dan
logam berat strontium 90 serta caesiun 137 terserap oleh
tumbuhan, serangga, dan jamur. Efeknya mempengaruhi makanan
sehari-hari penduduk setempat. Iodine, misalnya, memicu
kanker thiroid seperti banyak terjadi di Belarus dan Rusia.
Radias nuklir bagi mereka memang mengancam nyawa.
Secercah
harapan muncul ketika L.P. Loseva and I.V. Dardynskaya,
dari Research Institute of Radiation Medicine, Minsk,
Belarus, melaporkan hasil riset yang melibatkan 100 anak.
Konsumsi 5 gram spirulina setiap hari selama 20 hari menekan
50% kandungan radioaktif pada urine.
Menurut
Belookaya T Corres dari Komite Anak-anak Belarus, spirulina
menurunkan radiasi akibat konsumsi makanan terkontaminasi
zat radioaktif cesiun 137 dan strontium 90. Tumbuhan bersel
satu itu meningkatkan kesehatan tubuh manusia sehingga
digunakan sebagai terapi bagi orang yang terkena radiasi.
Riset lain melibatkan 49 anak berusia 3-7 tahun di Beryozova,
Belarus. Ekstrak spirulina diberikan selama 45 hari. Para
dokter menemukan sel T dan hormon pengatur tumbuh meningkat.
Sebaliknya 83% radioaktif pada urine menurun.
Peneliti
juga menyimpulkan pikosianin dan polisakarida meningkatkan
reproduksi sumsum tulang dan kekebalan sel. Rusia mematenkan
spirulina pada 1994 sebagai makanan obat penurun reaksi
alergi pada pasien yang teradiasi. Paten itu berdasarkan
penelitian terhadap 270 anak yang hidup di radiasi tinggi.
Setelah diberi 20 tablet atau 5 gram spirulina per hari
selama 1,5 bulan, sensitivitas terhadap alergi pun normal.
Riset-riset itu meneguhkan spirulina sebagai panasea,
obat mujarab bagi beragam penyakit. (Vina Fitriani)
GABUNG
USAHA SANTAI......TAPI MENGHASILKAN UANG ....GAK
PERCAYA .. KLIK
DISINI
ARTIKEL
MAJALAH TRUBUS TENTANG
KEAMPUHAN SPIRULINA MENGATASI PENYAKIT